Pengaruh dan Aktivisme
Cook adalah salah satu pendiri yang paling berpengaruh di industri teknologi, dan ia telah menjadi tokoh utama dalam berbagai isu sosial dan lingkungan.
Ia telah menjadi salah satu CEO Fortune 500 pertama yang secara publik mengumumkan dirinya sebagai g4y.
Cook juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk sebagai anggota dewan direktur Nike, Inc. dan National Football Foundation, serta sebagai trustee di Duke University, alma maternya.
Kehadiran di Indonesia
Tim Cook telah beberapa kali mengunjungi Indonesia, termasuk pada tahun 2024, ketika ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas investasi Apple di Indonesia.
Ia juga telah menginvestasikan Rp 1,6 triliun di Indonesia untuk membangun infrastruktur pendidikan bagi calon-calon developer melalui Apple Developer Academy.
Perjalanan karier Cook di dunia teknologi dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang teknik industri dari Auburn University pada tahun 1982. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan meraih gelar MBA dari Fuqua School of Business, Duke University.
Dengan bekal pendidikan yang kuat, Cook memulai karier profesionalnya di IBM, di mana ia menghabiskan 12 tahun bekerja di divisi manufaktur dan distribusi perusahaan tersebut.
Menjadi CEO Apple
Pada tahun 2011, Steve Jobs mengundurkan diri sebagai CEO Apple karena masalah kesehatan, dan Cook ditunjuk sebagai penggantinya. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Cook dikenal sebagai sosok yang lebih fokus pada operasional daripada visi produk seperti Jobs.
Namun, Cook segera membuktikan bahwa ia mampu memimpin Apple dengan gaya kepemimpinan yang berbeda namun tetap efektif.
Di bawah kepemimpinan Cook, Apple terus meluncurkan produk-produk inovatif seperti iPhone, iPad, dan Apple Watch. Cook juga memperluas portofolio produk Apple dengan memperkenalkan layanan seperti Apple Music, Apple TV+, dan Apple Arcade. Selain itu, Cook juga mendorong Apple untuk lebih fokus pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.
Salah satu pencapaian terbesar Cook sebagai CEO Apple adalah keberhasilannya dalam meningkatkan nilai pasar perusahaan secara signifikan. Pada tahun 2011, nilai pasar Apple sekitar 350 miliar dolar AS. Saat ini, nilai pasar Apple telah melampaui 2 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan paling berharga di dunia.















